Kurikulum

STKIP Garut mempunyai 1(satu) Program Magister dan 6 (lima) program Sarjana. Dimana Program Studi tersebut mempunyai heterogenitas matakuliah cukup tinggi. Oleh karena itu, dalam mengarahkan penyusunan dan pengembangan kurikulum, rambu-rambu yang harus ditaati adalah kurikulum tersebut tidak meyimpang dari visi dan misi STKIP Garut. Bila ditinjau dari efisiensi pendanaan semua program studi dalam jumlah matakuliah yang diusulkan ke mahasiswa termasuk di dalamnya mata kuliah pilihan yang ditawarkan. Hal ini mengingat batas kelulusan S2 dan S1. Arah penyusunan dan pengembangan kurikulum maupun redesain kurikulum secara penuh ditentukan oleh proram studi masing-masing.

Beban studi program magister bagi peserta sekurang-kurangnya 36 SKS dan sebanyak-banyaknya 50 SKS yang dijadwalkan untuk 4 (empat) semester dan dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 4 (empat) semester dan selama-lamanya 10 (sepuluh) semester termasuk penyusunan tesis, setelah program sarjana, atau yang sederajat, sedangkan Beban Program  studi program sarjana sekurang-kurangnya 144 (seratus empat puluh empat) SKS dan sebanyak-banyaknya 160 (seratus enam puluh) SKS yang dijadwalkan untuk 8 (delapan) semester dan dapat ditempuh dalam waktu kurang dan 8 (delapan) semester dan selama-lamanya 14 (empat belas) semester setelah pendidikan menengah. Hal ini mengacu Kepada sederajat (Kepmendiknas No. 232/U/2000).

Tahapan Struktur Kurikulum:

  • Domain (ruang lingkup), pemenuhan terhadap domain ini ditentukan melalui pengetahuan dasar dan penunjang serta sikap dan keterampilan yang harus dimiliki atau dikuasai oleh peserta program studi.
  • Karakteristik mahasiswa yang heterogen sehingga menentukan sangat mempengaruhi terhadap proses pembelajaran terutama penguasaan ilmu dasar, kemampuan analisis serta kemampuan dan keterampilan dalam menggunakan komputer. Sedangkan hal lain, adalah lemahnya kemampuan survei literatur serta kemandirian berpikir atau pengambilan keputusan.
  • Persyaratan yang dituntut oleh lembaga penilai (akreditasi).
  • Sumberdaya, pemanfaatan sumberdaya yang ada juga sangat berpengaruh terhadap penyusunan kurikulum. Hal ini sangat dipengaruhi oleh ketersediaan sumberdaya manusia dengan keahlian yang spesifik (staf pengajar, teknisi, laboran dan tenaga administrasi), sumber dana (dana rutin, dana penelitian, hibah, kerjasama lembaga terkait) serta fasilitas yang ada (laboratorium komputer, laboratorium statistika, laboratorium bahasa, laboratorium micro teaching, dan perpustakaan).
  • Metode pembelajaran, melalui metode ini setiap peserta harus memiliki kemandirian dalam berfikir mengambil keputusan sehingga berpengaruh terhadap struktur yang dikembangkan.

Untuk lebih jelasnya struktur kurikulum untuk Program Studi Magister dan Program Sarjana, dapat dilihat pada domain pada masing-masing Program Studi di STKIP Garut.